Pendekatan Dialogis Humanis Warnai Pembinaan di Rutan Kelas I Labuhan Deli

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:01 WIB

506 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuhan Deli –

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Labuhan Deli terus memperkuat implementasi Pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan dan kemanusiaan.

Di bawah arahan Kepala Rutan Eddy Junaedi, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Warisman Sihotang turun langsung menyapa Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pendekatan dialogis dan humanis, Jumat (30/01/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak hanya berfokus pada pengamanan, Warisman masuk langsung ke blok-blok hunian untuk berdialog santai dengan warga binaan.

Langkah ini dilakukan guna memastikan situasi rutan tetap aman dan tertib, sekaligus membangun komunikasi yang sehat antara petugas dan WBP.

Dalam interaksi tatap muka tersebut, Warisman menyampaikan pesan-pesan penting terkait kedisiplinan, tanggung jawab, serta ajakan untuk bersama-sama menjaga kondusivitas lingkungan rutan.

Pendekatan persuasif ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran dan rasa memiliki di kalangan warga binaan.

Kepala Rutan Kelas I Labuhan Deli, Eddy Junaedi, melalui Ka. KPR Warisman Sihotang menegaskan bahwa tugas petugas pemasyarakatan tidak semata menjaga keamanan, tetapi juga membina manusia.

“Petugas pemasyarakatan hadir bukan hanya menjaga gerbang dan jeruji, tetapi membina manusia. Dengan komunikasi yang baik, warga binaan akan merasa dihargai dan memahami tanggung jawabnya selama menjalani masa pidana,” ujar Eddy.

Lebih lanjut, Eddy menekankan bahwa paradigma penjara yang identik dengan kekerasan dan ketakutan telah ditinggalkan.

Rutan Labuhan Deli berkomitmen menjalankan prinsip Pemasyarakatan modern, di mana petugas berperan sebagai pembimbing dan teladan, bukan sekadar pemberi sanksi.

Pendekatan humanis ini dinilai efektif dalam meminimalisir potensi konflik serta membangun kepercayaan antara petugas dan warga binaan.

Para WBP pun menyambut positif langkah tersebut karena merasa lebih didengar dan dihargai, sehingga menciptakan suasana rutan yang lebih tenang, aman, dan kondusif.

Upaya ini sekaligus menjadi wujud nyata pelaksanaan arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mewujudkan institusi pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, dan tetap menjunjung tinggi nilai memanusiakan manusia.(AVID/rel)

Berita Terkait

Investigasi Lapangan dan Kesaksian Eks Warga Binaan Tegaskan Narasi Miring Lapas Pancur Batu Adalah Hoaks
Perkuat Iman dan Pembinaan, Lapas Kelas I Medan Peringati Isra Mikraj dan Wisuda Tahfidz serta Penandatanganan Kerja sama.
Pembinaan Kemandirian Berbasis Keterampilan, Lapas Kelas IIA Binjai Bekali Warga Binaan Keahlian Pengelasan
Jaga Kondusivitas Lapas, 20 WBP Lapas Kelas IIA Pancur Batu Dipindahkan ke Sejumlah UPT di Sumut
Kalapas Wawan Irawan: Lapas Binjai Konsisten Dukung Program Ditjenpas Bebas Halinar
Komisi XIII DPR RI Kunjungi Kanwil Ditjenpas Sumatera Utara, Perkuat Keamanan, SDM, dan Tata Kelola Pemasyarakatan
Karutan Labuhan Deli Bantah Isu Bilik Asmara, Tegaskan Foto Viral Diambil di Rumah Sakit
Lapas Sibolga Gelar Sidang TPP, Libatkan Keluarga Warga Binaan sebagai Bentuk Transparansi

Berita Terkait

Minggu, 21 Desember 2025 - 00:21 WIB

Paket Perencanaan di BPBD Gayo Lues Nilainya Mirip, Publik Bertanya-tanya

Jumat, 14 November 2025 - 14:29 WIB

PT. Pelita Nusa Perkasa Diduga Memakai Material Ilegal untuk Pekerjaan Proyek-proyek di Kabupaten Gayo Lues, LSM KOREK Desak Polda Aceh Bertindak

Berita Terbaru